Modul Penguatan

Kepemimpinan
& Supervisi Pembelajaran

Tujuan Pembelajaran
  • Memahami mandat dan peran kepala sekolah sesuai Permendikdasmen No. 7 Tahun 2025 serta Model Kompetensi Kepala Sekolah.
  • Mengenali ragam gaya kepemimpinan dan kapan tiap pendekatan paling efektif diterapkan.
  • Memahami kerangka kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) yang berpusat pada siswa.
  • Memahami siklus supervisi akademik: perencanaan, observasi, dan tindak lanjut.
Write your awesome label here.

Video

30 Menit

Asesmen

70 Menit

Asesmen 1

Kepemimpinan

Asesmen 2

Supervisi

Muqorobin, M.Pd.

Kepala SMA Avicenna Leadership School Jagakarsa

Muqorobin adalah praktisi pendidikan yang memimpin SMA Avicenna Leadership School Jagakarsa, satuan pendidikan yang secara khusus mengusung pengembangan kepemimpinan dan pemberdayaan talenta peserta didik sebagai identitas utamanya. Di bawah kepemimpinannya, sekolah aktif menjalin kemitraan strategis dengan institusi terkemuka—antara lain Institut Teknologi Bandung (ITB)—untuk menyelaraskan proses pembelajaran dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan pengembangan potensi siswa.

Rekam jejaknya diperkuat oleh keberhasilannya lulus sebagai calon kurator pada Ajang Talenta dan Prestasi Peserta Didik Tahun 2024 yang diselenggarakan Pusat Prestasi Nasional Kemendikbudristek—terpilih sebagai satu dari 50 kurator dari 140 peserta se-Indonesia. Peran sebagai kurator talenta menuntut kepekaan mengidentifikasi, menilai, dan mengembangkan potensi—kompetensi yang sejalan langsung dengan inti kepemimpinan pembelajaran (instructional leadership) dan siklus supervisi akademik.

Berbekal latar Magister Pendidikan (M.Pd.) serta pengalaman memimpin sekolah yang berorientasi kepemimpinan, Muqorobin memiliki kombinasi yang tepat untuk membawakan Modul ini. Ia bukan hanya memahami kerangka regulasi peran kepala sekolah secara teoretis, tetapi juga mempraktikkannya setiap hari: membangun budaya sekolah yang berpusat pada siswa, mengarahkan guru melalui pendampingan, serta menjadikan pengembangan talenta sebagai muara supervisi. Perpaduan status praktisi aktif, pengakuan nasional sebagai kurator talenta, dan fokus kelembagaan pada kepemimpinan menjadikannya fasilitator yang meyakinkan untuk mentransfer keterampilan kepemimpinan dan supervisi pembelajaran kepada para pemimpin sekolah di Kalimantan Tengah.

Dibuat dengan