Modul Penguatan

Kapasitas Kognitif
& Kecerdasan
Sosial-Emosional

Tujuan Pembelajaran
  • Memahami peran berpikir kritis dan penalaran dalam pengambilan keputusan kompleks.
  • Memahami pendekatan pemecahan masalah pada situasi yang tidak terstruktur.
  • Mengenali komponen kecerdasan emosional: kesadaran diri dan pengelolaan diri.
  • Memahami strategi membangun relasi dan kemitraan dengan pemangku kepentingan sekolah.
Write your awesome label here.

Video

30 Menit

Asesmen

75 Menit

Asesmen 1

Kognitif

Asesmen 2

Sosio-emosional

Dr. Suparno, S.Pd., M.M.

Kepala SMA Labschool Kebayoran

Dr. Suparno adalah pemimpin pendidikan senior yang saat ini menjabat Kepala SMA Labschool Kebayoran periode 2024–2028, setelah sebelumnya memimpin SMA Labschool Jakarta. Ia membawahi salah satu ekosistem sekolah paling bereputasi di Indonesia—Sekolah Laboratorium Universitas Negeri Jakarta (UNJ)—yang dikenal dengan standar akademik tinggi, terakreditasi A, serta tradisi pembinaan karakter dan kepemimpinan siswa yang kuat.

Kiprahnya diakui hingga tingkat internasional melalui apresiasi Leader in Multicultural Education Award pada ajang World School Summit di Dubai. Dalam berbagai forum, ia menegaskan visinya menyiapkan generasi yang memiliki rasa ingin tahu tinggi, percaya diri, tujuan hidup yang kuat, mudah berinteraksi secara sosial, dan fleksibel—suatu artikulasi yang secara langsung menyentuh dimensi kecerdasan sosial-emosional sekaligus kapasitas kognitif peserta didik.

Kombinasi gelar Doktor, latar Magister Manajemen (M.M.), dan pengalaman memimpin sekolah berbasis keunggulan akademik menempatkan Dr. Suparno pada posisi ideal untuk membawakan Modul ini. Ia memahami bahwa kepemimpinan sekolah unggul tidak cukup bertumpu pada capaian kognitif semata, melainkan harus dipadukan dengan kematangan emosi, empati, dan keterampilan sosial—baik pada diri pemimpin maupun dalam membangun iklim sekolah. Rekam jejaknya dalam pendidikan multikultural dan pengembangan karakter menjadikannya fasilitator yang kredibel untuk membekali para kepala sekolah Kalimantan Tengah dalam menyeimbangkan ketajaman berpikir dengan kecerdasan sosial-emosional.

Dibuat dengan